
Tanda awal kehamilan sangat sulit untuk diketahui, apalagi bagi wanita yang baru pertama kali mengandung. Hal ini tidak lain karena ciri-ciri hamil muda mirip dengan tanda menstruasi. Contohnya payudara terasa membengkak dan perut sering mengalami kram. Lalu, bagaimana mengetahui tanda-tanda hamil muda? Periksa apakah Anda mengalami gejala berikut ini.
1. Menstruasi terlambat
Salah satu ciri-ciri hamil muda ditandai dengan berhentinya menstruasi. Hal tersebut jelas dan umum, apalagi bagi Anda yang biasa mengalami menstruasi secara teratur. Anda bisa memeriksa jika mengalami keterlambatan lebih dari seminggu. Namun, jika menstruasi Anda tidak teratur, penggunaan tes uji kehamilan bisa menjadi solusi. Untuk mendapatkan alat tersebut bisa dibeli di apotek atau supermarket.
2. Alami Morning Sickness
Hampir semua wanita hamil mengalami morning sickness. Gejala ini merupakan perasaan tidak nyaman yang terjadi di pagi hari. Beberapa ibu hamil juga mengalaminya hingga siang bahkan malam hari. Morning sickness ini terjadi lantaran perubahan hormon dalam darah yang mengakibatkan rasa sakit pada perut dan menimbulkan mual. Tak perlu khawatir, ciri-ciri hamil muda ini menghilang dengan bertambahnya usia kehamilan.
3. Sering Buang Air Kecil
Perubahan hormon pada darah juga menyebabkan sirkulasi darah meningkat. Ginjal bekerja keras sehingga produksi air seni lebih banyak. Seiring bertambahnya ukuran janin, rahim menekan kandung kemih yang mengakibatkan ibu hamil sering buah air kecil. Hal tersebut cukup normal, tapi Anda perlu mengonsumsi air putih lebih banyak agar tidak dehidrasi.
4. Perubahan Payudara
Tanda-tanda hamil muda juga diikuti dengan perubahan pada payudara. Ukuran payudara mengalami pembesaran. Biasanya terasa penuh dengan sedikit nyeri. Di sekitar puting atau areola juga menghitam
5. Perubahan Mood secara Tiba-tiba
Ciri-ciri hamil muda juga ditandai dengan perubahan mood secara tiba-tiba. Perubahan tersebut juga diakibatkan oleh perubahan hormon di dalam tubuh. Biasanya, ibu hamil mudah marah, cemas, menangis, bahkan menunjukkan gejala depresi. Hal tersebut dianggap normal karena dapat berubah seiring bertambahnya usia kehamilan.